Tampilkan postingan dengan label efisiensi energi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label efisiensi energi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 Agustus 2013
Penggunaan Energi Rumah Tangga Turun 24.7% di Inggris
bekerja
20.01
efisiensi energi
,
Ekonomi Hijau
,
Energi
,
Lingkungan
,
Pembangunan Berkelanjutan
,
penurunan konsumsi energi
,
rating energi
,
rumah tangga
1 komentar
:
Rumah tangga yang menggunakan energi seperempat lebih sedikit dari tahun 2005 sebagaimana aksi efisiensi dan peningkatan biaya berlaku.
Rumah tangga yang menggunakan energi seperempat lebih sedikit daripada tahun 2005 sebagai langkah efisiensi rumah tangga dan meningkatnya biaya telah mengambil efek.
Rata-rata penggunaan energi rumah tangga di England dan Wales turun sebesar 24.7% hingga tahun 2011, bersadarkan keterangan Office for National Statistics (ONS).
Data menunjukkan tingkat konsumsi tertinggi, yang disesuaikan untuk memperhitungkan variasi dalam cuaca, berada di Midlands timur.
Ternyata bahwa daerah dengan tingkat tertinggi Ekonomi 7 konsumsi malam-waktu listrik murah menggunakan lebih banyak energi secara keseluruhan.
Sepanjang Inggris dan Wales, rata-rata energi konsumsi rumah tangga turun dari 26.2 megawatt hours (mWh) di 2005 hingga 19.7 mWh tahun 2011.
Perbaikan-perbaikan rumah seperti loteng yang lebih baik dan insulasi dinding rongga serta boiler lebih efisien mungkin menjadi salah satu alasan penurunan konsumsi energi ini, kata ONS.
Lain bisa menjadi pengenalan skala rating energi untuk properti dan peralatan rumah tangga, yang memungkinkan konsumen untuk membuat pilihan informasi tentang pembelian, tambahnya.
Di samping itu "meningkatkannya kesadaran publik tentang konsumsi energi dan isu-isu lingkungan", sementara pada saat yang sama harga gas dan listrik di Inggris telah meningkat.
Rata-rata konsumsi energi rumah tangga di Midlands timur pada tahun 2011 sebesar 27,5 MWh, jauh di atas rata-rata nasional, sedangkan bagian barat daya memiliki terendah, sebesar 16,1 MWh.
Sebuah rincian dari pemerintah setempat menunjukkan bahwa rumah tangga yang mengkonsumsi energi sedikit cenderung berada di daerah pedesaan, dengan proporsi yang lebih tinggi dari rumah tangga tanpa gas pipa dan karena itu mungkin menggunakan sumber energi lainnya.
Dari 10 pemerintah dengan konsumsi terendah, urutan teratas di Kepulauan Scilly, delapan diantaranya termasuk bagian pedesaan Wales dan badar daya, meskipun dua lainnta berada di ibukota - Kota London dan Tower Hamlets.
ONS mengatakan bahwa daerah yang mengkonsumsi lebih energi rumah tangga cenderung memiliki tingkat yang lebih tinggi dari laba bersih setelah memperhitungkan biaya perumahan.
Keseluruhan 10 area untuk konsumsi di wilayah timur Midlands, daerah yang memiliki tingkat tertinggi kedua Ekonomi 7 digunakan sebagai proporsi dari semua energi.
"Bisa jadi rumah tangga yang menerima beberapa listrik pada tingkat yang lebih murah dapat menggunakan lebih banyak energi secara keseluruhan karena lebih murah," kata ONS.
Sumber: theguardian.com
Jumat, 11 Januari 2013
Mitos Lingkungan 4: Konservasi dan Efisiensi Energi Sama
bekerja
10.00
efisiensi energi
,
Energi
,
Konservasi Energi
,
konsumsi energi
,
Lingkungan
,
mitos lingkungan
,
Pembangunan Berkelanjutan
Tidak ada komentar
:
Kita mengkonsumsi energi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Aktivitas yang meliputi penggunaan energi diantaranya pergi bekerja atau sekolah dan menyalakan lampu atau televisi sepanjang hari. Konservasi atau menyimpan energi dan memilih produk hemat energi atau juga dikenal sebagai efisiensi energi adalah kunci keberhasilan dalam keberlanjutan energi. Dua hal ini mungkin terdengar sama tetapi, pada kenyataannya merupakan dua hal yang berbeda.
Konservasi Energi
Aktivitas yang menyimpan atau mengkorservasi energi dalam bentuk apapun yang mana hasilnya adalah konsumsi energi yang lebih sedikit, seperti memilih untuk mematikan lampu ketika Anda meninggalkan ruangan.Contoh yang lainnya misalnya mematikan alat-alat elektronik di dalam rumah ketika tidak digunakan.
Konservasi energi sebagian besar didasarkan pada praktek perilaku, dan yang akhirnya dapat memperkecil biaya atau tidak ada sama sekali. Praktek tersebut termasuk mematikan lampu ketika tidak diperlukan, dan mematikan, mencabut, atau menggunakan kabel listrik untuk peralatan saat tidak digunakan. Air dan penggunaan energi dapat dikurangi dengan mengambil mandi lebih pendek, dan dengan menggunakan kepala pancuran yang rendah aliran.
Efisiensi Energi
Efisiensi energi adalah setiap teknologi yang memerlukan energi lebih sedikit untuk melaksanakan tugas yang sama. Bola lampu neon kompak (CFL) memberikan pencahayaan yang sama seperti lampu pijar standar, menggunakan seperempat energi dan 8 sampai 12 kali lebih lama. Ini adalah contoh efisiensi energi.
Peningkatan efisiensi melibatkan pembelian dan penggunaan peralatan efisiensi tinggi. Contohnya, selain bola lampu antara lain mengganti peralatan lama seperti lemari es, mesin cuci dan pengering, boiler dan tungku, kompor, dll, dengan model efisiensi energi. Hal ini juga mencakup langkah-langkah seperti menambah insulasi, penyegelan udara dan audit energi yang komprehensif untuk mengidentifikasi bidang kebutuhan energi.
Perbandingan Konservasi dan Efisiensi Energi
Menyangkut transportasi misalnya, dalam konsep efisiensi energi misalnya, memilih untuk menggunakan mobil yang hemat bahan bakar daripada mobil yang mengkonsumsi banyak bensin. Sedangkan dalam konservasi energi, lebih memilih menggunakan sepeda untuk bepergian dan naik kendaraan umum dapat dikategorikan sebagai usaha konservasi energi.
Hasil memilih produk hemat energi mungkin termasuk di dalam konservasi energi - tetapi tidak selalu berlaku demikian. Pikirkan tentang hal seperti kue favorit Anda: hanya karena kue rendah lemak tidak berarti Anda harus menghabiskan seluruhnya.

Sumber: berbagai sumber
Jumat, 14 Desember 2012
Peluang Rumah Nol-Energi di Indonesia
bekerja
10.00
daerah tropis
,
efisiensi energi
,
Ekonomi Hijau
,
emisi karbon
,
Energi
,
energi terbarukan
,
Gaya Hidup
,
Lingkungan
,
Pembangunan Berkelanjutan
,
Rumah Nol Energi
Tidak ada komentar
:
Saat ini hampir semua kegiatan kita selalu diiringi implikasi energi tidak terkecuali rumah kita. rumah secara individual mungkin tidak begitu banyak konsumsi energi, namun bila dihitung dalam satu negara, maka konumsi energi akan menjadi jauh berlipat ganda. Bahkan di Amerika, sekitar 40% energi habis untuk energi di permukiman dan komersial.
Perlu usaha penghematan besar-besaran dalam konsumsi energi. Bila ini dilakukan maka konsumsi energi di rumah menjadi lebih efisien yang tidak hanya akan menghemat uang, tetapi juga secara drastis mengurangi emisi karbon. Jadi mengapa membangun sebuah bangunan yang menggunakan energi yang lebih sedikit ketika kita bisa membuat satu yang menggunakan energi sama sekali?
Namun, seperti apakah rumah yang ramah lingkungan dan nol energi itu? Apakah kita harus kembali ke masa lalu ke rumah-rumah tradisional jaman nenek moyang kita?
Jawabannya tentu saja tidak! Ada banyak cara untuk membangun rumah nol energi. Pada dasarnya ide rumah nol energi adalah rumah yang menggunakan konsumsi energi bersih dan nol emisi karbon per tahun. Beberapa strategi utama diantaranya;
(1) menggunakan potensi alam yang ada. Salah satu contohnya adalah menggunakan potensi angin untuk pendinginan bangunan, potensi sinar matahari untuk pencahayaan maksimal di dalam bangunan. Strategi ini biasa disebut dengan passive design, yaitu desain yang mengoptimalkan potensi alam.
(2) Menggunakan sumber energi terbarukan untuk suplai energi. Indonesia adalah negara tropis yang kaya energi terbarukan. Seyogyanya kita bisa manfaatkan potensi ini dengan baik. Sumber energi terbarukan yang paling umum di negara kita adalah sinar matahari. Tidak seperti negara di iklim sedang, iklim tropis memungkinkan menerima sinar matahari sepanjang tahun. Sinar matahari bisa digunakan untuk sumber energi melalui sel surya. Sumber energi terbarukan yang lain dapat melalui microhidro-karena di Indonesia banyak sungai atau geothermal-Indonesia menyimpan cadangan besar geothermal. Hanya saja, energi ternarukan perlu pengembangan yang lebih lanjut, dalam skala yang lebih kecil dan industri lokal yang mendukung. Namun, bila Anda tertarik, maka tidak ada salahnya untuk memulai menerapkan dan bereksperimen dalam skala rumah.
(4) Menggunakan peranti alat elektronik hemat energi. Rumah, bangunan dengan skala kecil, akan mudah untuk memiliki fitur elektronik hemat energi seperti lampu LED, TV, komputer. Kebutuhan air panas bisa menggunakan energi matahari.
(3) Penghuni sadar lingkungan, menerapkan perilaku hemat energi dan selalu memperbaharui pengetahuannya tentang lingkungan.
Sebetulnya bila menggunakan pendekatan desain dan perencanaan yang baik, membangun rumah nol-energi, biayanya tidak lebih dari membangun rumah secara tradisional dengan ukuran dan fitur yang hampir sama. Perkiraan perbedaan biayanya bervariasi dari 20 persen menjadi 60 persen. Harga awal membangun rumah nol-energi biasanya lebih dari sebuah rumah standar, tetapi harga sebenarnya selama masa operasi biayanya secara dramatis akan turun. Belum lagi apabila ditambahkan dengan sponsor dari pemerintah yang berhubungan dengan potongan harga energi dan insentif lainnya (bila memang tersedia tentunya). Rumah nol-energi menghasilkan penghematan besar selama bertahun-tahun. Namun, penting untuk diingat bahwa rumah nol-energi hanya akan menjadi energi efisien jika Anda dan orang lain yang tinggal di sana mempraktekkan kebiasaan penggunaan energi yang baik.
Contoh usaha rumah yang memperhatikan konsumsi energinya di negara Asia Tenggara kawasan tropis adalah rumah Bio-Solar (Bio-solar house) milik Soontorn Boonyatikam, seorang professor arsitektur di Chulalongkorn University Thailand yang mana dalam desainnya berusaha untuk menerapkan prinsip-prinsip rumah nol-energi. Di rumah ini, sel surya diterapkan menjadi salah satu sumber energi utamanya. Energi yang dihasilkan seluruhnya melalui panel surya. Sebuah pasokan air yang cukup dipertahankan secara kolektif melalui hujan, embun dan kondensasi dari sistem pendingin yang juga dapat didaur ulang dan digunakan untuk menyirami taman. Rumah ini juga dilengkapi dengan mobil listrik yang didukung oleh listrik surplus yang dihasilkan oleh rumah utama. Investasi tambahan untuk Rumah Bio-Solar mungkin tampaknya mahal dibandingkan dengan rumah konvensional, tetapi Anda perlu mempertimbangkan bahwa Anda tidak harus membayar untuk tagihan lain utilitas lagi setelah rumah beroperasi.
Nah, Anda tertarik untuk membangun rumah nol-energi?
Sumber: berbagai sumber
Perlu usaha penghematan besar-besaran dalam konsumsi energi. Bila ini dilakukan maka konsumsi energi di rumah menjadi lebih efisien yang tidak hanya akan menghemat uang, tetapi juga secara drastis mengurangi emisi karbon. Jadi mengapa membangun sebuah bangunan yang menggunakan energi yang lebih sedikit ketika kita bisa membuat satu yang menggunakan energi sama sekali?
Namun, seperti apakah rumah yang ramah lingkungan dan nol energi itu? Apakah kita harus kembali ke masa lalu ke rumah-rumah tradisional jaman nenek moyang kita?
Jawabannya tentu saja tidak! Ada banyak cara untuk membangun rumah nol energi. Pada dasarnya ide rumah nol energi adalah rumah yang menggunakan konsumsi energi bersih dan nol emisi karbon per tahun. Beberapa strategi utama diantaranya;(1) menggunakan potensi alam yang ada. Salah satu contohnya adalah menggunakan potensi angin untuk pendinginan bangunan, potensi sinar matahari untuk pencahayaan maksimal di dalam bangunan. Strategi ini biasa disebut dengan passive design, yaitu desain yang mengoptimalkan potensi alam.
(2) Menggunakan sumber energi terbarukan untuk suplai energi. Indonesia adalah negara tropis yang kaya energi terbarukan. Seyogyanya kita bisa manfaatkan potensi ini dengan baik. Sumber energi terbarukan yang paling umum di negara kita adalah sinar matahari. Tidak seperti negara di iklim sedang, iklim tropis memungkinkan menerima sinar matahari sepanjang tahun. Sinar matahari bisa digunakan untuk sumber energi melalui sel surya. Sumber energi terbarukan yang lain dapat melalui microhidro-karena di Indonesia banyak sungai atau geothermal-Indonesia menyimpan cadangan besar geothermal. Hanya saja, energi ternarukan perlu pengembangan yang lebih lanjut, dalam skala yang lebih kecil dan industri lokal yang mendukung. Namun, bila Anda tertarik, maka tidak ada salahnya untuk memulai menerapkan dan bereksperimen dalam skala rumah.
(4) Menggunakan peranti alat elektronik hemat energi. Rumah, bangunan dengan skala kecil, akan mudah untuk memiliki fitur elektronik hemat energi seperti lampu LED, TV, komputer. Kebutuhan air panas bisa menggunakan energi matahari.
(3) Penghuni sadar lingkungan, menerapkan perilaku hemat energi dan selalu memperbaharui pengetahuannya tentang lingkungan.
Sebetulnya bila menggunakan pendekatan desain dan perencanaan yang baik, membangun rumah nol-energi, biayanya tidak lebih dari membangun rumah secara tradisional dengan ukuran dan fitur yang hampir sama. Perkiraan perbedaan biayanya bervariasi dari 20 persen menjadi 60 persen. Harga awal membangun rumah nol-energi biasanya lebih dari sebuah rumah standar, tetapi harga sebenarnya selama masa operasi biayanya secara dramatis akan turun. Belum lagi apabila ditambahkan dengan sponsor dari pemerintah yang berhubungan dengan potongan harga energi dan insentif lainnya (bila memang tersedia tentunya). Rumah nol-energi menghasilkan penghematan besar selama bertahun-tahun. Namun, penting untuk diingat bahwa rumah nol-energi hanya akan menjadi energi efisien jika Anda dan orang lain yang tinggal di sana mempraktekkan kebiasaan penggunaan energi yang baik.
Contoh usaha rumah yang memperhatikan konsumsi energinya di negara Asia Tenggara kawasan tropis adalah rumah Bio-Solar (Bio-solar house) milik Soontorn Boonyatikam, seorang professor arsitektur di Chulalongkorn University Thailand yang mana dalam desainnya berusaha untuk menerapkan prinsip-prinsip rumah nol-energi. Di rumah ini, sel surya diterapkan menjadi salah satu sumber energi utamanya. Energi yang dihasilkan seluruhnya melalui panel surya. Sebuah pasokan air yang cukup dipertahankan secara kolektif melalui hujan, embun dan kondensasi dari sistem pendingin yang juga dapat didaur ulang dan digunakan untuk menyirami taman. Rumah ini juga dilengkapi dengan mobil listrik yang didukung oleh listrik surplus yang dihasilkan oleh rumah utama. Investasi tambahan untuk Rumah Bio-Solar mungkin tampaknya mahal dibandingkan dengan rumah konvensional, tetapi Anda perlu mempertimbangkan bahwa Anda tidak harus membayar untuk tagihan lain utilitas lagi setelah rumah beroperasi.Nah, Anda tertarik untuk membangun rumah nol-energi?
Sumber: berbagai sumber
Kamis, 01 November 2012
Upaya Mitigasi Perubahan Iklim Harus Targetkan Efisiensi Energi
bekerja
21.50
efisiensi energi
,
Energi
,
konsumsi energi
,
Lingkungan
,
pengembangan pasokan energi
,
perubahan iklim
,
Riset Perubahan Iklim
Tidak ada komentar
:
Harus dilakukan usaha yang lebih jauh lagi untuk mengembangkan mobil, bangunan dan peralatan rumah tangga yang hemat energi untuk mengatasi perubahan iklim - menurut penelitian baru dari Tyndall Center untuk Riset Perubahan Iklim di University of East Anglia.Sebuah laporan yang diterbitkan 26 Oktober baru-baru ini dalam Nature Climate Change menunjukkan bahwa usaha dua kali lebih banyak dibelanjakan pada pengembangan teknologi untuk pasokan energi- seperti pembangkit listrik baru - daripada yang dihabiskan untuk meningkatkan efisiensi energi yang digunakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi dalam penggunaan teknologi memiliki potensi untuk memberikan kontribusi pengurangan emisi besar dan memberikan keuntungan sosial yang lebih tinggi atas investasi.
Dr Charlie Wilson, dari Tyndall Center untuk Riset Perubahan Iklim di UEA dan seorang peneliti yang berafiliasi dengan Institut Internasional untuk Analisis Sistem Terapan atau International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA), memimpin penelitian dengan tim ilmuwan internasional dari Austria dan Amerika Serikat.
Mereka menemukan bahwa inovasi upaya diarahkan oleh lembaga publik, kebijakan, dan sumber daya yang dialokasikan teknologi pasokan energi sangatlah mendukung. Tapi hal ini mengorbankan efisiensi energi akhir-penggunaan (end use) di mana potensi keuntungannya yang lebih tinggi.
Dr Wilson mengatakan: "Sekitar dua-pertiga dari semua upaya inovasi publik diarahkan teknologi pasokan energi. Sangat penting bahwa inovasi dalam pasokan energi terbarukan terus berlanjut, namun ketidakseimbangan dalam pengeluaran perlu diatasi segera untuk mengurangi perubahan iklim. Bukti kuat menunjukkan bahwa energi pengguna akhir (end-use) dan efisiensi saat ini berdiri sebagai cara yang paling efektif untuk mengurangi perubahan iklim. "
Pada studi terbaru akhir-kahir ini menilai perbandingan inovasi teknologi energi sistematis dan mengkuantifikasi penekanan relatif ditempatkan pada teknologi pasokan energi versus penggunaan akhir-energi.
Para peneliti menemukan tiga hasil yang diinginkan dari inovasi energi - potensi pengurangan emisi gas rumah kaca, sosial yang lebih luas, manfaat keamanan lingkungan dan energi, dan potensi untuk perbaikan teknologi.
Mereka menemukan bahwa efisiensi energi pengguna akhir (end-use) melebihi teknologi pasokan di semua tiga wilayah tersebut. Energy efisiensi menempati bagian yang lebih besar dari investasi sistem energi dan kapasitas, dan melibatkan tingkat yang lebih tinggi aktivitas dari sektor swasta. Efisiensi energi juga menawarkan potensi pengurangan biaya yang lebih tinggi, dan memberikan keuntungan sosial yang lebih tinggi dan potensi pengurangan emisi yang lebih tinggi.
Namun studi ini menunjukkan fokus yang amat tinggi dari tenaga diinvestasikan dalam inovasi dalam teknologi pasokan energi - tepat di bersebelahan dengan penelitian energi dan sektor pembangunan.
Peneliti rekanan, Prof Arnulf Grubler, dari Institut Internasional untuk Analisa Aplikasi Sistem (IIASA) dan Universitas Yale, mengatakan: "Efisiensi mendapat sedikit perhatian dalam penelitian energi publik dan pengembangan, dan investasi pasar swasta sama.
"Sebaliknya, perbaikan dalam teknologi seperti peralatan rumah tangga dan lebih hemat energi transportasi kurang terwakili mengingat potensi mereka untuk perubahan iklim."
Menurut Badan Energi Internasional, penelitian total sektor publik dan pengembangan menghabiskan untuk semua energi pengguna akhir dan inovasi efisiensi dari tahun 1974 adalah sekitar $ 38 miliar.
"Ini adalah kurang dari $ 41 Milyar dihabiskan untuk fusi nuklir saja - energi tunggal, dan sangat tidak pasti pasokan opsi yang masih untuk membuat kontribusi untuk masa depan yang rendah karbon," tambah Prof Grubler.
Sementara subsidi untuk bahan bakar fosil, diperkirakan sekitar $ 500 miliar, sekitar $ 160 milyar untuk kurcaci investasi bagi inovasi menuju energi bahan bakar non-fosil.
Dr Wilson mengatakan: "upaya inovasi diarahkan untuk mendorong teknologi pasokan energi untuk mengurangi perubahan iklim ke dalam pasar yang sudah sangat mapan diduduki oleh bersubsidi.
"Banyaknya inovasi skala kecil yang meningkatkan efisiensi penggunaan akhir-sering pergi tanpa disadari. Hal ini disebabkan karena efisiensi energi tidak memiliki glamor seperti yang ada panel surya dan turbin angin. Selain itu energi efisensi tidak memperoleh manfaat dari mapan lembaga, minat pasar yang kuat, dan pengaruh politik bahwa teknologi pasokan pendukung seperti bahan bakar fosil, nuklir, dan angin, dan tenaga surya. Perubahan dalam efisiensi energi masih belum berkembang terutama karena hambatan sosial, struktural dan institusional yang persisten. Namun akhir-penggunaan inovasi efisiensi memiliki lebih potensial dan memberikan keuntungan sosial yang lebih tinggi pada investasi. "
Sumber: dari berbagai sumber
Rabu, 31 Oktober 2012
Manfaat Perusahaan Go Green
bekerja
15.15
efisiensi energi
,
Ekonomi Hijau
,
Lingkungan
,
manfaat going green
,
Pembangunan Berkelanjutan
,
penghematan biaya
,
peningkatan produktivitas
,
perusahaan ramah lingkungan
Tidak ada komentar
:
Upaya perusahaan untuk go green dapat dipicu oleh karyawan yang sadar lingkungan, pembeli dengan mata jeli atau seorang eksekutif yang tertarik dalam menyampaikan bahwa kesadaran lingkungan adalah bagian dari merek perusahaannya. Apapun insentifnya, manfaat untuk berlaku ramah lingkungan dapat berlipat dan dapat menginspirasi orang lain untuk mengikutinya. Berbagilah pengalaman dengan outlet media lokal untuk membiarkan orang tahu bagaimana Anda dapat melakukannya.Penghematan Biaya dari Penurunan Penggunaan Energi
Menurut Konsil Amerika untuk Energi-Ekonomi Efisien, peralatan yang digunakan dalam rekening tempat kerja untuk penggunaan tercepat listrik pada bangunan komersial di Amerika Serikat. Apakah perusahaan Anda telah berinvestasi dalam peralatan Star Energy yang masuk ke dalam mode "sleep" jika tidak digunakan, atau apakah karyawan Anda telah membuat upaya bersama untuk mematikan semua peralatan di malam hari, penghematan di daerah dapat mencapai 40 sampai 60 persen.
Manfaat Lingkungan dari Penurunan Konsumsi Sumber Daya
Tahukah Anda bahwa setiap karyawan di kantor membuang rata-rata sekitar 350 kilogram kertas setiap tahun? Menurut Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam Amerika, atau NRDC, mengurangi konsumsi perusahaan Anda kertas dapat membantu meminimalkan dampak dari industri pulp dan kertas, yang dianggap salah satu industri yang paling merusak lingkungan di dunia. NRDC menghitung bahwa kantor hijau yang membuat perubahan kecil, seperti membeli 40 kasus kertas yang dibuat dari 30 persen konten post-consumer bukan virgin pulp, dapat menghemat 2.100 galon air, 18 pon polusi udara, dan 1.230 kilowatt-jam listrik, dan menghemat tujuh pohon.
Produktivitas yang lebih baik
Akal sehat menyatakan bahwa kantor di mana Anda merasa nyaman akan membuat Anda lebih bahagia dan akan menumbuhkan sikap yang lebih baik tentang pekerjaan. Sekarang data tersebut keluar untuk mendukung klaim ini: sebuah bangunan direnovasi di Kota Melbourne, Australia, yang menerima Bintang 6 Bintang Hijau - Kantor Peringkat Desain bergengsi dari Konsil Bangunan Hijau negara Australia menemukan bahwa produktivitas staf meningkat sebesar 10,9 persen sejak pekerjaan dimulai pada kantor baru hijau mereka. Perkiraan penghematan biaya yang dihasilkan oleh peningkatan produktivitas adalah sekitar $ 2 juta dolar Australia. Bahkan jika bangunan Anda belum mengalami facelift lengkap, jangan meremehkan jumlah dimana tempat kerja yang lebih berkelanjutan dapat mengubah sikap orang-orang yang menempati tempat kerja.
Sumber: livestrong.com
Senin, 29 Oktober 2012
Strategi sistim Energi Untuk Memerangi Perubahan Iklim
bekerja
12.43
efisiensi energi
,
elektrifikasi
,
Energi
,
energi terbarukan
,
Lingkungan
,
penurunan emisi
,
perubahan iklim
,
strategi sistim energi
Tidak ada komentar
:
Untuk bahkan mulai untuk memerangi perubahan iklim secara efektif, emisi CO2 harus berkurang cukup tajam: 1 ton per kapita per tahun. Menurut peneliti dari ETH Zurich cara untuk mencapai tujuan ini dalam abad ini adalah melalui strategi energi berdasarkan 3E: peningkatan efisiensi energi, energi terbarukan dan elektrifikasi (electrification).Pada tahun lalu, berbagai laporan dari Panel Antarpemerintah PBB tentang Perubahan Iklim (IPCC) telah memperingatkan dunia dengan tegas bahwa untuk mencapai iklim yang stabil di planet bumi pada akhir abad ini, setiap peningkatan CO2 emisi dalam dekade mendatang, harus dapat dikontrol sebelum emisi dapat dikurangi secara signifikan. Menurut IPCC, jumlah maksimum emisi CO2 yang dapat ditoleransi secara global pada akhir abad ke-21 jumlah kira-kira 2000 gigaton. Ini akan berarti pengurangan yang signifikan pada emisi CO2 per kapita.
Emisi per kapita karbon dioksida di Swiss saat ini 9 ton per tahun, sekitar dua kali rata-rata global. "Tujuan kami untuk iklim dan kebijakan energi untuk abad harus untuk mendorong setiap anggota umat manusia untuk menghasilkan tidak lebih dari 1 ton karbon dioksida per tahun", Profesor Ralph Eichler, Presiden ETH Zurich, menjelaskan.
Penerapan sistematis strategi 3E
Target emisi karbon dioksida yang diusulkan untuk mungkin tampak ambisius dengan standar saat ini, tetapi dapat dicapai pada akhir abad kedua di Swiss dan di seluruh dunia. Hal ini tercermin dalam perhitungan yang dibuat oleh sendiri Energi Science Center (ESC) milik ETH Zurich. Untuk mencapai target tersebut, strategi energi harus konsisten dilaksanakan. Seperti yang dinyatakan oleh Profesor Konstantinos Boulouchos, strategi yang diusulkan didasarkan pada tiga pilar:
1. kelelahan (exhaustion) potensi efisiensi,
2. penggunaan diperpanjang sumber energi terbarukan dan
3. peningkatan percampuran listrik dalam bauran energi.
Kelelahkan potensi efisiensi akan berarti meningkatkan efisiensi dalam setiap link dari rantai konversi energi, dari ekstraksi pada sumber energi, melalui penyimpanan dan distribusi sampai ke penggunaan energi. Ini saja akan pelabuhan besar potensi tabungan energi, terutama bila dikombinasikan dengan instrumen berbasis pasar untuk mempengaruhi sisi permintaan.
E kedua dari strategi ini adalah berfokus pada penggunaan sumber-sumber energi terbarukan, seperti photovoltaics, air, dan angin. Penting untuk dicatat adalah bahwa aspek ekonomi serta ekologi harus dipertimbangkan ketika menggunakan sumber energi terbarukan.
Listrik sebagai tulang punggung dari sistem energi
Strategi 3E ketiga adalah elektrifikasi. Menurut peneliti ETH Zurich, di masa depan listrik yang miskin C02 akan menjadi tulang punggung dari sistem energi yang berkelanjutan. Hal ini semakin banyak digunakan pada bangunan pemanasan dan pendinginan (dengan pompa panas, misalnya), dan diharapkan untuk memberikan kepada mobilitas individu (bergerak, dalam jangka panjang, dari kendaraan hibrid untuk mobil listrik sepenuhnya).
Reorientasi dari sistem energi, bagaimanapun, tidak akan terjadi dalam semalam. Hal ini mungkin membutuhkan beberapa dekade. Sangat penting bahwa langkah-langkah akan diambil hari ini, yaitu melakukan infrastruktur di negara-negara industri dalam transmisi jaringan, pembangkit listrik perlu diperbaharui dan di negara-negara ambang telah muncul.
Penelitian Inovatif
ETH Zurich melakukan penelitian intensif dengan pikiran untuk menemukan solusi baru dan metode untuk menghadapi masalah CO2. Profesor Marco Mazzotti dari Institut Rekayasa Proses (Institute for Process Engineering) adalah meneliti kemungkinan menghilangkan CO2 di berbahan bakar fosil pembangkit listrik dan menggabungkan dengan zat stabil dan solid. Ini disebut mineralisasi sehingga memudahkan penyimpanan permanen dan aman dari gas rumah kaca.
Elektronika daya menjadi semakin kecil dan lebih efisien: kelompok penelitian yang dipimpin oleh Profesor Johann Kolar dari Power Sistem Elektronik Laboratorium (Power Electronic Systems Laboratory) dikhususkan untuk mengembangkan komponen tersebut yang dikerahkan, misalnya, di kendaraan hibrida. Kontrol yang efisien dari sistem drive mobil tersebut membuat kontribusi yang signifikan terhadap ramah lingkungan transportasi pribadi.
Menjanjikan ETH Zurich penelitian juga sedang dilakukan di bidang rekayasa membangun sistem. Teknologi saat ini memungkinkan untuk mengganti pemanas yang mengeluarkan CO2 dan sistem boiler dengan kombinasi insulasi dinding inovatif dan pompa panas - dengan energi terbarukan bebas dari tanah. Konsep bangunan cerdik juga hanya tiket untuk bangunan yang ada. "Kita hanya perlu untuk mendapatkan terobosan", jelas Profesor HansJürg Leibundgut dari Institut untuk Sistem Bangunan ( Institute for Building Systems). Dalam lima hingga enam tahun itu harus mungkin untuk memproduksi komponen yang diperlukan pada tingkat industri sehingga untuk harga mobil yang berada di jangkauan pertengahan, sebuah apartemen empat kamar bisa diperbaharui, dengan efek bahwa hampir semua CO2 yang dihasilkan sebelumnya dengan pemanasan dan air hangat dapat dicegah.
Sumber: sciencedaily
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

