Perlu usaha penghematan besar-besaran dalam konsumsi energi. Bila ini dilakukan maka konsumsi energi di rumah menjadi lebih efisien yang tidak hanya akan menghemat uang, tetapi juga secara drastis mengurangi emisi karbon. Jadi mengapa membangun sebuah bangunan yang menggunakan energi yang lebih sedikit ketika kita bisa membuat satu yang menggunakan energi sama sekali?
Namun, seperti apakah rumah yang ramah lingkungan dan nol energi itu? Apakah kita harus kembali ke masa lalu ke rumah-rumah tradisional jaman nenek moyang kita?
(1) menggunakan potensi alam yang ada. Salah satu contohnya adalah menggunakan potensi angin untuk pendinginan bangunan, potensi sinar matahari untuk pencahayaan maksimal di dalam bangunan. Strategi ini biasa disebut dengan passive design, yaitu desain yang mengoptimalkan potensi alam.
(2) Menggunakan sumber energi terbarukan untuk suplai energi. Indonesia adalah negara tropis yang kaya energi terbarukan. Seyogyanya kita bisa manfaatkan potensi ini dengan baik. Sumber energi terbarukan yang paling umum di negara kita adalah sinar matahari. Tidak seperti negara di iklim sedang, iklim tropis memungkinkan menerima sinar matahari sepanjang tahun. Sinar matahari bisa digunakan untuk sumber energi melalui sel surya. Sumber energi terbarukan yang lain dapat melalui microhidro-karena di Indonesia banyak sungai atau geothermal-Indonesia menyimpan cadangan besar geothermal. Hanya saja, energi ternarukan perlu pengembangan yang lebih lanjut, dalam skala yang lebih kecil dan industri lokal yang mendukung. Namun, bila Anda tertarik, maka tidak ada salahnya untuk memulai menerapkan dan bereksperimen dalam skala rumah.
(4) Menggunakan peranti alat elektronik hemat energi. Rumah, bangunan dengan skala kecil, akan mudah untuk memiliki fitur elektronik hemat energi seperti lampu LED, TV, komputer. Kebutuhan air panas bisa menggunakan energi matahari.
(3) Penghuni sadar lingkungan, menerapkan perilaku hemat energi dan selalu memperbaharui pengetahuannya tentang lingkungan.
Sebetulnya bila menggunakan pendekatan desain dan perencanaan yang baik, membangun rumah nol-energi, biayanya tidak lebih dari membangun rumah secara tradisional dengan ukuran dan fitur yang hampir sama. Perkiraan perbedaan biayanya bervariasi dari 20 persen menjadi 60 persen. Harga awal membangun rumah nol-energi biasanya lebih dari sebuah rumah standar, tetapi harga sebenarnya selama masa operasi biayanya secara dramatis akan turun. Belum lagi apabila ditambahkan dengan sponsor dari pemerintah yang berhubungan dengan potongan harga energi dan insentif lainnya (bila memang tersedia tentunya). Rumah nol-energi menghasilkan penghematan besar selama bertahun-tahun. Namun, penting untuk diingat bahwa rumah nol-energi hanya akan menjadi energi efisien jika Anda dan orang lain yang tinggal di sana mempraktekkan kebiasaan penggunaan energi yang baik.
Nah, Anda tertarik untuk membangun rumah nol-energi?
Sumber: berbagai sumber
Tidak ada komentar :
Posting Komentar